Sevendaily News – Kalau kamu pernah membayangkan jadi kepala sekolah… tapi sekolahnya isinya calon pahlawan yang bakal bertarung melawan monster, maka Valthirian Arc: Hero School Story bisa jadi “fantasi kerja” yang aneh tapi nagih. Game ini bukan sekadar RPG biasa, tapi gabungan antara simulasi manajemen, strategi ringan, dan petualangan dungeon yang dibungkus dengan nuansa fantasi yang santai. Di sini kamu bukan cuma bertarung, tapi juga mengatur hidup para siswa dari nol sampai jadi hero profesional.
Gameplay game ini terbagi jadi dua dunia yang saling nyambung: manajemen sekolah dan aksi petualangan.
Di bagian ini kamu berperan sebagai kepala akademi. Tugasmu bukan cuma ngatur bangunan, tapi juga:
Menariknya, setiap siswa punya kelas dan skill berbeda. Ada yang jadi knight, mage, atau support. Kamu harus pintar-pintar mengatur siapa belajar apa, karena ini bakal ngaruh ke performa mereka di misi.
Siklus gameplay ini cukup “chill” tapi bisa bikin ketagihan karena ada rasa progression yang jelas: sekolah kecil → akademi besar → lulusan hero keren.
Bagian ini adalah aksi RPG-nya. Kamu bisa:
Combat-nya real-time ringan, tidak terlalu kompleks, tapi cukup seru untuk ukuran game simulasi. Kamu bakal melawan monster, ambil loot, dan meningkatkan level siswa.
Walaupun sederhana, bagian ini jadi “hadiah” dari semua kerja keras kamu di sekolah.
Sekolah berkembang sesuai keputusan kamu. Bangun kelas, dorm, sampai fasilitas latihan untuk meningkatkan kualitas siswa.
Siswa bisa berkembang jadi berbagai role. Ini bikin kamu pengen coba banyak kombinasi tim.
Ada misi farming, dungeon, sampai event kecil yang bikin dunia terasa hidup.
Setiap siswa bisa “lulus” dan keluar dari sekolah. Ini unik karena kamu harus terus regenerasi tim.
Dikutip dari tempo.co, game simulasi seperti ini biasanya punya daya tarik utama pada sistem progresi dan manajemen karakter yang membuat pemain betah dalam jangka panjang.
Kalau dibandingkan dengan game lain di genre campuran simulasi-RPG:
Intinya, game ini berdiri di tengah: tidak terlalu dalam sebagai RPG, tapi juga tidak sekadar simulasi biasa.
Jangan bagi EXP ke terlalu banyak siswa di awal.
Kelas lebih penting daripada sekadar level tinggi.
Pastikan ada DPS, tank, dan support di setiap party.
Bangunan sekolah berpengaruh besar ke perkembangan siswa.
Idle siswa itu rugi, jadi selalu aktifkan mereka di quest.
Tidak terlalu. Lebih ke santai dengan sedikit strategi.
Cocok banget, karena sistemnya tidak terlalu kompleks.
Bisa 20–40 jam tergantung gaya bermain.
Cerita ada, tapi bukan fokus utama.
Sedikit, terutama di mid hingga late game.
Valthirian Arc: Hero School Story adalah game yang punya konsep unik dan menarik: menggabungkan manajemen sekolah dengan petualangan RPG ringan. Walaupun tidak sempurna—terutama di sisi repetisi gameplay dan cerita yang kurang kuat—game ini tetap berhasil memberikan pengalaman santai yang berbeda dari RPG pada umumnya.
Kalau kamu suka game yang “chill tapi tetap ada progres”, game ini bisa jadi pilihan yang menyenangkan. Tapi kalau kamu cari RPG yang dalam dan penuh strategi kompleks, mungkin ini bukan target utamanya.
Singkatnya, ini bukan game yang mencoba jadi yang paling hebat, tapi cukup berhasil jadi game yang nyaman untuk dimainkan sambil santai.
Sevendaily News - Kalau kamu lagi kepikiran buat pindah ke motor listrik tapi masih ragu…
SevenDaily News - Film komedi Indonesia selalu punya tempat tersendiri di hati penonton. Di tengah…
Sevendaily News - Motor listrik semakin mendapat tempat di hati masyarakat Indonesia. Selain lebih ramah…
Sevendaily News - Kalau kamu penggemar game RPG klasik dengan nuansa cerita yang kuat dan…
SevenDaily News - Film komedi Indonesia selalu punya cara unik untuk menghibur penonton. Salah satu…
Sevendaily News - Pasar kendaraan listrik di Indonesia terus berkembang dari tahun ke tahun. Jika…