Sevendaily News – Kalau kamu suka tontonan penuh ketegangan dengan bumbu emosi remaja, All of Us Are Dead wajib masuk daftar. Serial ini bukan sekadar cerita zombie biasa, tapi juga menyuguhkan drama persahabatan, ketakutan, dan pilihan sulit dalam situasi ekstrem.
Sekilas Cerita
All of Us Are Dead berlatar di sebuah sekolah menengah yang tiba-tiba berubah jadi zona berbahaya setelah wabah zombie menyebar. Para siswa yang terjebak di dalamnya harus bertahan hidup dengan segala keterbatasan. Mereka bukan hanya melawan zombie, tapi juga rasa panik, ego, dan konflik antar teman.
Ketegangan yang Konsisten
Sejak episode awal, penonton langsung disuguhi suasana mencekam. Setiap sudut sekolah terasa seperti jebakan. Tidak ada tempat yang benar-benar aman. Hal ini membuat penonton terus waspada dan sulit berhenti menonton.

Karakter yang Relatable
Salah satu kekuatan utama serial ini adalah karakter-karakternya. Mereka terasa nyata—tak sempurna, sering panik, tapi tetap berusaha bertahan. Ada yang berani, ada yang egois, dan ada juga yang diam-diam jadi pahlawan.
Lebih dari Sekadar Zombie
Serial ini juga mengangkat isu sosial seperti bullying, tekanan akademik, dan hubungan antar siswa. Dalam kondisi kacau, semua masalah itu muncul ke permukaan dengan cara yang lebih intens. Bahkan, dikutip dari tempo.co, drama ini dinilai berhasil menggabungkan horor dengan kritik sosial yang relevan.
Visual dan Produksi
Dari segi visual, efek zombie terlihat cukup realistis dan tidak berlebihan. Gerakan para zombie yang cepat dan agresif menambah rasa tegang. Ditambah lagi, setting sekolah yang familiar justru membuat cerita terasa lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.
All of Us Are Dead bukan hanya soal bertahan hidup dari serangan zombie, tapi juga tentang bagaimana manusia bereaksi saat berada di ambang batas. Dengan cerita yang kuat, karakter yang hidup, dan ketegangan yang konsisten, serial ini berhasil jadi salah satu tontonan yang membekas. Cocok buat kamu yang ingin merasakan adrenalin sekaligus ikut terbawa emosi.

